Tuesday, September 6, 2011

Seni Rupa Kelas 8/1


STANDAR KOMPETENSI                       : 1.   Mengapresiasi Karya Seni Rupa.
KOMPETENSI DASAR                            : 1.1 Mengidentifikasi jenis karya seni
                                                                                 rupa terapan nusantara.
                                                                 
TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu :
1.        Memahami perkembangan sejarah seni rupa terapan Indonesia
2.        Mendefinisikan konsep seni rupa terapan nusantara.
3.        Mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan nusantara
4.        Mengidentifikasi teknik pembuatan, fungsi, dan makna karya seni
              rupa terapan nusantara.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEJARAH SENI RUPA INDONESIA
A.     Masa Sebelum Masuknya Agama di Nusantara
Manusia tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan dasarnya berupa makan, sandang, dan tempat tinggal. Sehingga untuk mempertahankan hidupnya manusia membuat berbagai macam alat penunjang seperti alat pemotong, penumbuk dan kapak.

Benda-benda tersebut diduga dibuat dari batu yang di belah kasar, seiring waktu lalu mereka mulai menemukan bahan lain seperti  tulang, tanduk, dan kerang. Berangsur-angsur mereka juga mulai membuat gerabah, membuat alat pembuat pakaian dari kulit kayu, dan benda-benda untuk kebutuhan spiritual (kepercayaan).
Tradisi kepercayaan mulai muncul dengan adanya penggambaran symbol seperti:
  1. bentuk tangan,
  2. kaki,
  3. perahu
  4. binatang  seperti kadal, kurakura, burung, ikan
  5. benda-benda langit seperti matahari dan bulan.
Menurut dugaan para ahli hal ini berkaitan dengan kepercayaan mereka, misalnya bentuk tangan sebagai tanda berduka apabila ada keluarga mereka yang meninggal dunia. Sedangkan bentuk bentuk-bentuk ikan yang kemungkinan menjadi penanda  bahwa kehidupan mereka tergantung dari menangkap ikan.

Adapun benda-benda yang berhubungan dengan kepercayaan kepada kekuatan ghaib (leluhur) antara lain:
  1.  menhir atau tugu peringatan,
  2.  altar,
  3.  peti kubur atau sarkopagus,
  4.  bangunan berundak.
Bangunan berundak merupakan symbol kepercayaan bahwa para leluhur berada di tempat yang lebih tinggi seperti gunung. Oleh sebab itu bangunan tempat pemujaan leluhur banyak dibangun pada tempat yang tinggi. Hal ini masih dapat dijumpai pada bangunan pura agama Hindu.
  1.   Nekara.
Di Bali terdapat Nekara yang sangat besar yang oleh sebagian masyarakat Bali dipercaya nekara itu merupakan bagian dari bulan yang jatuh di Bali. Hiasan pada badan nekara banyak yang berupa bentuk geometris, adapula hiasan muka manusia, burung, gajah, bahkan kodok. Teknik pembuatannya diperkirakan oleh para ahli menggunakan teknik cetak cor yang disebut a cire perdue.

B. Masa Masuknya Agama di Nusantara
a). Zaman Penyebaran Agama-Agama India
Agama Hindu dan Budha merupakan agama yang dibawa dari India. Pada perkembangannya Hindu dan Budha kemudian meninggalkan banyak benda seni rupa diantaranya seni  bangunan berupa candi. 
Peninggalan candi yang terkenal adalah Candi Prambanan dan Borobudur. Candi Prambanan merupakan peninggalan kerajaan Mataram Hindu sedangkan  Candi Borobudur dari Agama Budha. Pada kedua candi tersebut terdapat ribuan panel relief dengan tema religius.

Pada Candi Borobudur dipahatkan relief tentang kehidupan Sidharta Gautama  sedang relief di Candi Prambanan menggambarkan cerita Ramayana. Selain kedua candi besar tersebut masih ada candi dengan ukuran lebih kecil yakni Candi Dieng peninggalan Hindu di dataran tinggi Dieng dan Candi Mendut serta Pawon peninggalan Budha berada di dekat Candi Borobudur.

Beberapa benda seni rupa  yang banyak dijumpai pada candi yaitu:
  1. Patung Budha dan Dewa. contoh a.) Patung Budha terdapat di Candi Borobudur dengan sikap sedang bermeditasi, b). Patung Dewa-dewa Agama Hindu terdapat di Candi Prambanan seperti Dewa Brahma, Wisnu, Siwa, Ganesha dan patung kendaraan Dewa Tri Murti berupa patung Lembu Nandi, Angsa, dan Garuda
  2. Kinara-kinari yaitu ragam hias dari mahluk berbadan burung dan berkepala manusia, merupakan mahluk (binatang) kahyangan.
  3. Kalpa taru yaitu ragam hias dari lambang pohon surga yang dipercaya memberikan segala keinginan manusia.
  4. Lingga dan Yoni merupakan simbol dari kesuburan, lingga diartikan sebagai laki-laki dan yoni sebagai perempuan.
  5. Kalamakara yaitu ragam hias yang biasanya terdapat pada bagian atas pintu masuk candi. Bentuk ini merupakan symbol waktu (kala), yang mempunyai pengertian bahwa segala sesuatunya akan dimakan waktu.
  6. Kembang padma atau teratai merupakan bunga suci karena sebagai tempat duduknya para dewata.
  7. Swastika merupakan lambang perputaran alam semesta yang tidak pernah berhenti oleh karenanya sekaligus juga sebagai lambang keselamatan dan kehidupan. Dalam Hindu Arah perputarannya dari kiri ke kanan, namun dalam swastika Budha perputarannya terbalik.

Saat ini kita masih dapat melihat benda seni rupa peninggalan masa Hindu dan Budha. Tetapi terbatas, kebanyakan adalah benda seni rupa yang terbuat dari bahan keras ( contoh: batu dan logam) seperti candi, bangunan, patung, senjata, alat upacara, sedangkan benda seni rupa yang terbuat dari bahan yang lebih lunak seperti kertas, kain kebanyakan telah lapuk/hancur sehingga sulit untuk menjumpainya.

b). Zaman Penyebaran Agama Islam
Perkembangan agama Islam di Indonesia diperkirakan mulai tahun 1250 hingga sekarang. Hal ini diawali dari daerah pesisir Sumatera dan Jawa, dimana daerah pesisir merupakan kota pelabuhan dan perdagangan. Penyebaran Islam dilakukan oleh para pedagang dari Parsi dan Gujarat. Menurut Holt pada awal abad ke – 16 kerajaan Islam di pantai Utara Jawa Tengah merebut kekuasaan Majapahit. Pada akhir abad – 16 muncul kerajaan Islam Mataram sebagai suatu kesultanan, kemudian setelah Belanda menduduki Indonesia kerajaan tersebut di-pecah menjadi kerajaan kecil yaitu Surakarta dan Yogyakarta
Peninggalan kesenian zaman Islam yang terkenal adalah
  1. mesjid Kudus dan menaranya yang masih mengadopsi bentuk bangunan bergaya Hindu dengan atapnya bertumpang
  2. gapura Mesjid Sendang Duwur .  
  3. Stilisasi bentuk tumbuh-tumbuhan, wayang, dan seni kaligrafi. Stilisasi tersebut dilakukan karena dalam ajaran Islam tidak diperkenankan menggambarkan mahluk hidup terutama binatang. Sebagai konsekwensinya bentuk-bentuk mahluk hidup (manusia, binatang) sering digayakan dan dibentuk dengan huruf-huruf Arab.
Print this post

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright © 2009 rupa kampung Designed by csstemplatesmarket

Converted to Blogger by BloggerThemes.Net
BacktoTopRN