Saturday, December 17, 2011

Animasi dengan Power Point


Karya Animasi pertamane enyong..tek gawe nganggo Power Point..
Hehehe jebule Power point bisa kaya kiye..ya enyong  jan tembe ngerti...
pangapurane nek basi...

Saturday, November 19, 2011

Berkreasi dengan Limbah Cangkang Telur

Cangkang telur belum banyak dimanfaatkan menjadi sebuah benda bermanfaat (usefull), keberadaannya lebih dianggap sebagai sampah/ limbah benda yang tidak berguna setelah isi telurnya diambil. Padahal jika kita berdayakan, limbah cangkang telur memiliki karakter dan tekstur yang sangat bagus untuk diolah mejadi karya yang bukan saja indah namun juga fungsional.


Keramik, kotak perhiasan, cover buku, meubel ; meja-kursi-pintu, dinding rumah, atau lukisan dan kaligrafi dapat kita percantik dengan motif dan kreasi limbah cangkang telur. Berikut salah satu karya siswa SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol Kab. Purbalingga yang dihiasi dengan limbah cangkang telur.  Dengan memanfaatkan keunikan karakter cangkang telur, kita bukan saja telah berkarya seni, tapi juga memberikan nilai ositif bagi lingkungan kita.

Wednesday, November 16, 2011

Menyimak Video Pembelajaran Seni Rupa

Tak ada LCD Proyektor, tak ada TV, kegiatan pemutaran video pembelajaran ini ditayangkan langsung dengan leptop yang dikelilingi 38 siswa kelas 7 A di SMP N 4 Satu Atap Karangmoncol Kab. Purbalingga Jawa Tengah. Siswa SMP N 4 Satu Atap begitu senang dan serius menyimak pemutaran Video Pembelajaran Instruksional mengenai Berkreasi Seni Rupa Terapan dengan menggunakan Limbah Cangkang Telur. Kegiatan ini dilakukan di ruang kelas karena memang tidak memiliki lab Komputer.


Setelah kegiatan menyimak video pembelajaran instruksional, siswa mempraktekkan cara pembuatan karya  Seni Rupa Terapan. Melalui kegiatan memanfaatkan limbah, diharapkan siswa yang secara geogafis terletak di daerah pinggiran dan terpencil ini dapat lebih peka terhadap lingkungan  dan mampu merespon menjadi karya yang estetis dan fungsional. Alumnus SMP N 4 Satu Atap yang mampu meneruskan ke SLTA masih sangat terbatas, sehingga jika mereka terpaksa tidak bisa melanjutkan keinginan mereka ke SLTA, maka seharusnya mereka memiliki kecakapan hidup sehingga tidak perlu menjadi buruh di Jakarta seperti yang sudah mentradisi disana. Tentu kegiatan pembelajaran Seni Rupa hanya bagian kecil yang bisa saja memberi kontribusi, dan bisa jadi tidak!

Saturday, November 12, 2011

Festival Film Indonesia (FFI) 2010

Darti dan Yasin Hidayat sesaat setelah film karya mereka berjudul "PIGURA" menerima Piala Citra Penghargaan Khusus FFI 2010.
Film Pigura berhasil menyabet beberapa penghargaan lainnya seperti:
  • Juara 1 Festival Film Remaja 2010 di Taman     Budaya Surakarta, mendapat 4 Piala (katagori)
  • Juara 2 Festival Film Anak di Medan 2010,
  • mendapat 2 piala (katagori)
  • Juara 1 Gayaman Award Festival Film Solo 2011 Road Show 4 Kabupaten FFP 2011
  • Road Show beberapa kota di Jateng dan Jatim

Tuesday, November 1, 2011

Video Pembelajaran dengan Windows Movie Maker

Tahun 2003 saya pertama kali membuat karya editing Video, dan itu saya buat dengan Windows Movie Maker. Saya membuatnya dari kumpulan foto yang kemudian saya bubuhi musik untuk mengatur timing dan emosi dari gambar yang saya tampilkan. Rasanya sangat senang, karena keinginan mengedit akhirnya kesampaian juga walaupun saat itu bermodal komputer pinjam ke teman kost...
Namun kemudian justru Adobe Premierelah yang sampai sekarang menjadi andalan saya untuk menyelesaikan pekerjaan Editing Video.

Beberapa saat yang lalu saya membeli HXRMC 1500P Sony Camera, gambarnya bagus dan dalam kondisi lowlight cukup bisa diandalkan ketebalan warnanya. Tapi masalah justru muncul pada saat Editing, Adobe Premiere CS 4 ternyata tidak support terhadap file berekstensi M2TS dari file digital video MC 1500P sehingga akhirnya harus belajar lagi Edius 6 yang support.

Dua Minggu yang lalu saya mencoba iseng menjajal Windows Movie Maker untuk mengedit file yang saya setting qualitas gambar ke  standar dari Sony  MC 1500P. Ternyata saya cukup terkejut, Windows Movie Maker bisa membacanya. Mulailah eksplorasi terhadap Windows Movie Maker saya lakukan, dan masih belum paham semuanya. Tetapi ada sedikit yang mungkin bisa dishare, bahwa Windows Movie Maker patut diperhitungkan dan cukup mudah untuk dipelajari, walaupun tentu saja ada beberapa keterbatasannya juga. Saya mencoba membuat tutorial Offlinenya dalam bentuk pdf untuk rekan-rekan guru MGMP Bahasa Jawa Kab. Purbalingga, peserta workshop Kreativitas Pembelajaran Bahasa Jawa. Semoga juga bisa bermanfaat untuk yang lain.

Download Tutorial Membuat Video Pembelajaran dengan Windows Movie Maker

Monday, October 3, 2011

FOTO ALBUM KENANGAN 2010/2011


   datang tak disuruh
pulang tak ongkosi....

untuk seluruh alumnus SMP N 4 Satu Atap, bisa memperoleh foto kalian semasa sekulah disini.
Caranya. Tulis komentar, dibawahnya tulis juga
NAMA - ANGKATAN-Jenis Foto yang diinginkan 
atau bisa lewat Buku Tamu dipojok Atas Kanan....

Wednesday, September 28, 2011

Alumnus 2010/2011

Kelas 9 B 2010/2011
 kapan bisa berkumpul lagi?
Kelas 9 A  2010/2011
 Download foto 9A  klik disini










Download foto 9B  klik disini

Teropong SOAL UTS SENI BUDAYA SMP 2011

INGAT!!!!
Sebuah kesuksesan tidak terjadi dengan sendirinya. Tapi ada usaha dan kerja keras yang berkelanjutan.
Kerja keras terus menerus tidak tercapai tanpa Sabar....!
klik sesuai kelas masing-masing, lalu akan masuk ke web Ziddu, seperti berikut



  • KLik tombol DOWN LOAD
  • Lalu masukkan kode yang ada ke kotak VERIVICATION CODE
  • lalu klik Download













KELAS 7 KLIK DI SINI

KELAS 8 KLIK DI SINI
KELAS 9 KLIK DI SINI

Sunday, September 18, 2011

ACER GURARU AWARD 2011

Guru Era Baru (Guraru) Award adalah sebuah bentuk penghargaan bagi para guru Indonesia yang telah memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan Indonesia melalui media blog. Pada ON|OFF 2011 tahun ini, untuk kedua kalinya Acer akan memberikan apresiasi kepada guru Indonesia yang sudah menggunakan media sosial untuk berbagi tentang pendidikan.

Jika Anda adalah seorang guru, Anda bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan Guraru Award dan menominasikan diri Anda. Jika Anda bukan guru, Anda bisa berpartisipasi dengan cara menominasikan blog guru yang menurut Anda layak mendapatkan Guraru Award

Thursday, September 15, 2011

Cigarette bin Death

Cigarette bin Death, sebuah karya lukis dari Yasin Hidayat siswa SMP N 4 Satu Atap Karangmoncol yang mencoba melihat dari sudut pandangnya sebagai seorang anak-anak berusia 15 tahun dari lingkungan keluarga yang bukan perokok bahkan cenderung berlawanan arah dengan aktivitas merokok.

Sepintas karya ini seperti berpesan kepada siapa saja yang melihat, tetapi menurut Yasin lukisan Cigarette bin Death tersebut tidak bermaksud mengajak atau melarang kepada siapapun yang melihat karyanya berkaitan dengan rokok. Yasin hanya ingin menceritakan dari sudut pandangnya tentang Rokok dan Hal yang melingkupinya.  Sehingga menurutnya simbol tersebut tidak perlu diperdebatkan maksudnya. Sekedar sudut pandang yang sifatnya personal dan sangat subyektif.
Yasin tidak hanya pandai melukis, ia juga beberapa kali menjadi juara cinematografi tingkat Nasional dan lomba Fotografi.

Sudut pandang Yasin mencirikan kemurnian dari Seni Lukis itu sendiri yang diciptakan tanpa tujuan fungsional dan semata-mata sebagai unghkapan/ekspresi pribadinya yang sangat personal. Yasin ingin lepas dari permasalahan benar atau salah tentang Rokok dan akibatnya, sehingga karya Yasin dipahami sebagai sebuah karya pribadi seorang pelukis yang tentu saja berbeda dengan karya Desain Poster yang semenjak akan dibuat oleh sang Desainer telah dimaksudkan untuk tujuan Persuasi yang Fungsional.
Hal yang ,menjadi penanda perbedaan Seni Lukis (seni Murni) dan Desain adalah konsep pembuatannya dan hasil akhir yang ingin dicapai. Seni Lukis hanya mementingkan ekspresi pribadi, dan nilai keindahan sedangkan dsesain harus fungsional dan dapat diaplikasikan untuk kepentingan hidup manusia, memenuhi prinsip-prinsip desain seperti dapar diterapkan, mudah, murah, effektif dan form follow function.

Cukil Kayu Escher

Escher merupakan seniman grafis Belanda yang terkenal membuat perspektif dengan beberapa titik lenyap sehingga menimbulkan illusi. Dalam karya ini Escher menggambarkan ruang kosong background sebagai sebuah obyek baru, sehingga jika diamati
Karya Escher yang berjudul Sky and Water tersebut tampak ada dua buah figur yaitu figur ikan dan figur burung yang sedang melayang terbang. Pantas saja karya Eshcer  yang menggunakan teknik Cukil Kayu (woodcut) ini diberi judul Sky and Water.

Seperti kita ketahui, Woodcut merupakan salah satu jenis teknik dalam berkarya Grafis Cetak Tinggi (Relief Print). Bagian yang tercetak sebagi image pada permukaan kertas/kanvas adalah bagian yang tinggi/ menonjol.

Escher dikenal  seorang seniman yang ampuh dalam menciptakan ilusi disamping ia adalah seorang ahli matematika, sehingga mungkin hal ini melatarbelakangi konsep karya-karyanya yang  penuh perhitungan. Karyanya menjadi bahan pembicaraan  dalam studi fisika, matematika,  psikologi dan ilmu seni ilusi! Karya-karya Escher  kendati terkesan membingungkan dan penuh illusi  tapi keindahannya  tidak diragukan.

Empu Djeno

Berhari-hari puasa tidur dan makan Empu Djeno ditemani aroma klembak dan warna-warni sesaji. Ini adalah ritual wajib persiapan membuat keris. Pakem pembuatan keris secara tradisional, termasuk tata upacara, sesaji, dan tapa brata begitu kuat dipegang oleh Empu Djeno.

Keindahan dan kesempurnaan karya, serta keteguhannya menujung tinggi pakem merupakan nilai lebih Empu Djeno. Keraton Kesultanan Yogyakarta pun menjatuhkan pilihan pada pembuat keris pusaka pamor Prambanan ini. Keris dapur Jangkung Mangkunegoro dengan pamor Udan Mas merupakan salah satu keris Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang dipesan pada Empu Djeno.

Empu Djeno merupakan putra dari Ki Supowinangun. Seorang empu keris yang tinggal di Desa Ngento-ento, Sumberagung, Moyudan, Sleman. Ki Supowinangun dikenal sebagai Empu Keris abdi dalem Kepatihan Kraton Yogyakarta. Dirujuk dari silsilah, Ki Supowinangun adalah keturunan salah satu empu Majapahit yang bernama Empu Tumenggung Supodriyo. Praktis, Empu Djeno ada dalam rantai silsilah itu. 

Bungsu dari empat bersaudara ini sejak usia 15 tahun telah membantu Ki Supowinangun untuk membuat keris dan benda tosan aji lain. Meninggalnya Ki Supowinangun pada 1963 adalah titik awal Empu Djeno berkarya secara serius.
Pada 1970, bersama dua orang saudaranya Yoso Pangarso dan Genyodihardjo, Empu Djeno mulai mewujudkan hasrat dan keinginannya melestarikan budaya leluhurnya di Dusun Jitar, Sumberagung, Moyudan, Sleman. Mereka memulai eksperimen pembuatan keris. Praktek coba-coba ini disebabkan Ki Supowinangun belum pernah mengajarkan teknik pembuatan keris secara khusus. 

Kemudian pada 1977 Empu Djeno pindah ke Dusun Gatak Kelurahan Sumberagung, Moyudan, Sleman. Di tempat ini ia mendirikan besalen dan membuat sendiri rupa-rupa peralatan kerjanya yang sampai kini masih bisa terlihat di belakang rumah yang kini didiami Ki Empu Sungkowo Harumbrodjo, putranya yang meneruskan lakonnya sebagai empu keris.
Bentuk keris buatan Empu Djeno mengambil pola tangguh Mataraman, tetapi lebih ramping, singset, dan trengginas. Tangguh yang dibuatnya ini lebih mirip dengan keris tangguh Majapahit. Ia menguasai pelbagai teknik pembuatan pamor, baik pamor miring maupun pamor mlumah. Empu Djeno menciptakan pelbagai jenis keris melalui tangan kreatifnya. Beberapa di antaranya yaitu jenis Jalak, Jangkung, Pendowo, Luk Gangsal, Sempono Luk Pitu, Penimbal Luk Songo, Sabuk Inten Luk Sewelas, dan Parung Sari Luk Telulas.
Selama hidupnya Empu Djeno sempat beberapa kali mengikuti pameran. Pameran yang diikuti, antara lain pameran di Sumberagung pada 1977, pameran di Universitas Gajah Mada pada 1980, pameran di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan pameran di Institut Teknik Bandung pada September 1999. Setiap tahun ia juga aktif mengikuti pameran di Keraton Yogyakarta sejak tahun 1984 sampai tahun 1988. 

Tidak hanya aktif dalam pelbagai pameran. Empu Djeno juga sering memberikan kursus keterampilan perihal pembuatan keris kepada generasi muda di sekitar tempat tinggalnya. Sepeninggal Empu Djeno pada 2006, keterampilannya diturunkan kepada anaknya, Empu Sungkowo, sebagai generasi penerusnya. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian budaya nasional.

Empu Djeno begitu dihormati di kalangan penggemar keris dan pegiat budaya pada umumnya lantaran konsistensinya menggunakan teknik dan pakem tradisional dalam pembuatan setiap karya kerisnya. Wajar kemudian Empu Djeno mendapat banyak penghargaan baik dari pemerintah maupun pihak swasta. Salah satunya adalah penghargaan dari Kedaulatan Rakyat sebagai orang yang aktif dalam melestarikan budaya leluhur di tahun 2004. (Indra Wijaya Kusuma/Gelaran Almanak)


Sumber: Bambang Harsrinuksmo (Buku), 2004 | Empu Sungkowo Harumbrodjo (Wawancara), 2008 | Suprapto dan Suroto (Buku), 1991
Foto: Istimewa
Nama Ki Empu Djeno Harumbrodjo juga termuat sebagai “Maestro Keris” di buku Gelaran Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009 (hlm. 395)

Keris Warisan Budaya

Keris adalah salah satu warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang patut dilestarikan. Dan berbicara keris tentu tak bisa dipisahkan dari keberadaan keraton atau kerajaan yang ada di Tanah Air. Keris di lingkungan keraton dianggap sebagai benda pusaka yang sakral sehingga hanya boleh digunakan pada saat tertentu.

Salah satu keluarga Keraton Yogyakarta yang hingga kini masih mengkoleksi keris warisan keraton adalah Kanjeng Raden Tumenggung Hastono Nagoro atau lebih akrab disapa Romo Pono. Menurut Romo Pono di Yogyakarta, baru-baru ini, keris-keris miliknya diperoleh langsung dari leluhurnya yaitu, Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Salah satu yang hingga kini masih terawat dengan baik adalah keris pusaka Kanjeng Kyai Morokoto. Selain itu ada pula keris lurus Pamor Beras Wutah dari zaman Pajajaran dan koleksi keris lainnya.

Bagi kerabat keraton memiliki keris adalah keharusan. Setidaknya, keris adalah kelengkapan pakaian saat menghadap sang raja. Namun saat ini benda pusaka dari keraton yang diwariskan secara turun-temurun itu sebagian sudah berpindah tangan ke luar lingkungan keraton. Ini terjadi karena biasanya si penerima warisan tak tertarik pada benda pusaka tersebut dengan berbagai alasan. Hingga kini tercatat ada puluhan keris keraton yang berada di luar keraton dari dikoleksi secara pribadi.

Di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, memang banyak komunitas pecinta keris. Salah satunya adalah Paguyuban Satriyatama di Magelang, Jawa Tengah. Dalam paguyuban ini, para pecinta keris bisa bertukar informasi mengenai dunia yang digeluti mereka. Menurut Ketua Paguyuban Satriayatama, Annas Sofya, anggota perkumpulannya kini mencapai ratusan dari berbagai daerah. Keris para anggota Paguyuban Satriayatama berasal dari peninggalan orangtua maupun nenek moyang mereka. Sebagian ada juga yang dibeli dari sesama pecinta keris.

Para pecinta keris di Indonesia juga patut lega dan berbangga hati. Sebab, keris kini sudah diakui dunia sebagai warisan atau pusaka budaya dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO). Keris diakui sebagai sebuah karya yang tidak saja indah wujudnya tapi juga memiliki makna filosofis tinggi tentang kehidupan manusia.

Salah satu sentra perajin keris di Indonesia adalah Desa Banyusurup, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, termasuk Djiwo Dihardjo atau Mbaj Djiwo sebagai perajin keris yang terkenal. Mbah Djiwo telah menggeluti pembuatan keris selama puluhan tahun. Dibantu sejumlah karyawan yang juga kerabatnya, Mbah djiwa tidak membuat keris. Tapi juga aksesoris keris seperti mendak atau cincin keris, pendok atau sarung keris, warangka atau ukiran, dan deder atau gagang keris.

Masing-masing karyawan Mbah Djiwa memiliki tugas dan keahlian tersendiri. Mbah Djiwa juga tak hanya membuat keris dari Jawa, tapi juga dari berbagai daerah. Di rumah joglo kediaman Mbah Djiwa juga tersimpan beberapa keris peninggalan leluhurnya. Terpampang juga keris berukuran raksasa yang disebut keris Dapur-Bimo-Kurdo.

Hasil karya Mbah Djiwo telah dipasarkan hingga ke luar negeri. Harga kerisnya pun mencapau jutaan rupiah per unit, tergantung tingkat kesulitan dan bahan yang digunakan.(ZAQ) sumber : liputan 6



Pernik

    Perbedaan pengertian SILATURAHIM dengan SILATURAHMI


    SDN 2 Tunjungmuli-SMP N 4 Satu Atap saat Lebaran 1432 H
    Silaturahim berasal adar kata silah dan rahim.
    Silah memiliki pengertian Menyambung, sedangkan Rahim berasal dari makna Sayang, kemudian dikaitkan dengan makna kandung dan persaudaraan/ kekerabatan.
    Sedangkan Silaturahmi bersal dari kata Silah yang berarti Menyambung dan Rahmi yang artinya perasaan sakit nyeri yang dialami seorang wanita saat menjelang melahirkan.
    Jadi Silaturahmi dapat diartikan menyambung rasa nyeri saat melahirkan.

    Pada saat Lebaran, kalimat Silaturahmi dan Silaturahim cukup banyak digunakan oleh kita jika menyebutkan hal berkenaan dengan berkunjung, menyambung hubungan kekerabatan diantara kita.
    Banyak yang belum mengerti arti makna keduanya sehingga sering terjadi tukar tempat, seharusnya Silaturahim tapi malah mengucapkan Silaturahmi. Sepintas memiliki arti yang sama, karena akar katanya juga sama yaitu RAHIM, tetapi dalam bahasa Arab, rahim dan rahmi - keduanya memiliki arti yang berbeda.
     

    Copyright © 2009 rupa kampung Designed by csstemplatesmarket

    Converted to Blogger by BloggerThemes.Net
    BacktoTopRN